Situs Resmi Seminari Menengah Yohanes Maria Vianney Sintang

SEJARAH

Salah satunya tanda Gereja yang hidup adalah tumbuh suburnya benih panggilan untuk menjadi tenaga inti gerejani. Setelah lebih dari satu abad iman Katolik diterima dalam wilayah Keuskupan Sintang, Keuskupan memandang penting adanya lembaga pendidikan dan pembinaan bagi para calon tenaga inti Gerejaninya. Setelah melalui banyak musyawarah, akhirnya Keuskupan Sintang memutuskan untuk memiliki Seminari Menengah sendiri. Demikianlah, Seminari Menengah Kesukupan Sintang (sebagai lembaga pendidikan bagi para calon imam, frater, dan bruder) secara resmi berdiri pada 15 Juli 1994, berlokasi di Kompleks Asrama Bina Remaja Menyurai, Sintang.

Mengapa Santo Yohanes Maria Vianney Dipilih sebagai pelindung seminari Keskupan Sintang? Membaca riwayat hidupnya, St. Yohanes Maria Vianney (1786 – 1859) terasa amat cocok dijadikan pelindung bagi seminari ini.

  1. Tanggal dan hari peringatannya dalam kalender Liturgi Gereja setiap tanggal 04 Agustus, dengan mudah mengingatkan kita akan tonggak berdirinya Seminari Menengah Keuskupan Sintang ini.
  2. Yohanes Maria Vianney lahir dari keluarga desa miskin, sederhana, terbiasa dengan kerja keras, tapi juga terdidik untuk tekun dalam doa dan hidup saleh/taat beragama. Kerja keras, ketekunan, hidup doa, dan hidup rohani yang baik telah terbukti menjadi modal besar untuk melewati masa-masa sulit selama pendidikannya di seminari. (ia amat lamban dalam studi, selalu mengulang setiap ujian). Latar belakang ini cocok dengan latar belakang Seminaris kita
  3. Sesudah ditahbiskan, ia dianggap tidak layak menjadi Pastor Paroki Kota, oleh karena itu ia menerima dengan tulus penugasan Uskupnya di paroki terpencil (pedalaman), terbelakang, tidak terurus, paroki yang umatnya tidak seberapa tingkat pendidikannya. Sadar akan kemampuannya yang tidak seberapa, dibandingkan dengan beratnya medan/tugas penggembalaan umatnya, Yohanes Maria Vianney tidak henti-hentinya mempersembahkan karya dan pelayanannya pada Tuhan. Setahap demi setahap ia berhasil membenahi parokinya. Berkat pengajaran dan kotbah-kotbahnya, iman umat dibangkitkan. Banyak orang dihantar pada pertobatan dan penghayatan iman yang besar. Itu semua dimungkinkan oleh keluhuran budi dan kesalehan hidupnya yang diperkuat oleh rahmat Allah. Ia yang semula diremehkan, dipandang sebelah mata, kemudian dikagumi dan dicintai umatnya. Paroki Ars yang sepi dan terpencil menjadi ramai dikunjungi umat yang ingin ikut misa, mendengarkan kotbah-kotbah, dan mengaku dosa. Pribadi inilah yang diharapkan tumbuh dan berkembang dalam diri seminaris kita

Share it now!